Minggu, 25 September 2011

GRADASI



Satu faktor yang bikin kita beda. Bisa bikin kita berkuasa, bikin bangga, bikin sombong, tapi juga bisa bikin kita terhina, menderita, tertindas, tersiksa dan bahkan mati.

Tentunya kita semua telah menyadari, bahwa  kehidupan di atas dunia ini pasti terdapat tingkat-tingkat dalam segala aspeknya. Ada tingkatan dalam hal -hal yang bersifat jasmani dan tentunya ada pula tingkatan dalam hal-hal rohani. Dan jika kita nyatakan berdasarkan matranya maka tingkatan itu akan dimulai dari yang paling rendah ke yang paling tinggi atau sebaliknya. Walaupun begitu yang harus diingat adalah bahwa kata paling di sini ternyata tidak pernah mutlak dan bahkan cenderung relatif, sebab segala apa yang ada di muka bumi ini selalu dibatasi oleh ruang dan waktu, sedangkan dalam sekilas penginderaan kita ruang dan waktu itu sendiri adalah tanpa batas. Demikian pula harus kita sadari bahwa tak ada yang akan dikatakan tinggi jika tidak ada yang lebih rendah, begitu pula sebaliknya. Tak kan ada yang bisa dinilai pandai jika tak ada yang lebih bodoh dan tak kan ada yang boleh dikata kuat jika tak ada yang lebih lemah, tak bisa dikata terang jika tak ada yang lebih gelap, demikian seterusnya untuk segala aspek kehidupan pasti terdapat tingkatan atau gradasi. Kalaupun ada  yang dianggap paling tinggi, maka itu akan dibatasi dengan ; tentang apa, di mana, kapan ? Yang jawabannya akan merupakan keterbatasan dari sesuatu yang paling tinggi tersebut. Cobalah renungkan tentang hal kebenaran. Adakah yang paling benar diantara semua ini ??? Adakah diantara kita yang merasa tidak pernah bersalah?? Di sinilah perlunya kita saling menghargai eksistensi dan kondisi diantara sesama manusia. Seseorang akan dianggap sebagai presiden, raja atau bahkan kaisar, apabila ada rakyat atau kawula yang mengakui dan mendukungnya, tanpa ada orang lain disekelilingnya maka ia bukan apa-apa lagi.
Dengan memahami makna terciptanya gradasi, akan membawa kita kepada suatu sikap untuk tidak lagi mengumbar kesombongan, tidak melecehkan  orang/kelompok lain apalagi menindasnya. Memang tidak semua orang akan membenarkan ini apalagi mempraktekkannya, karena status, posisi , kondisi , dan kebutuhan setiap orang tidak sama, tapi bukankah satu kebenaran mulai kita temukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar