Jumat, 04 Maret 2011

SEJARAH PATIH GAJAH MADA

Gajah Mada adalah salah satu tokoh besar pada zaman kerajaan Majapahit. Menurut berbagai kitab dari zaman Jawa Kuno, ia menjabat sebagai Patih (Menteri Besar), kemudian Mahapatih (Perdana Menteri) yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya. Ia terkenal dengan sumpahnya, yaitu Sumpah Palapa, yang menyatakan bahwa ia tidak akan memakan palapa sebelum berhasil menyatukan Nusantara. Di Indonesia pada masa kini, ia dianggap sebagai salah satu pahlawan penting dan merupakan simbol nasionalisme yang terlupakan.
Karena besarnya jasa gajah mada terhadap Majapahit,ditiap kota di Indonesia rata-rata mempunyai jalan yang bernama jalan Gajah Mada.

ini sedikit cerita singkat tentang gajah mada :
Cerita rakyat itu menuturkan bahwa Gajah Mada anak kelahiran Desa Mada (sekarang Kecamatan Modo) yang pada era Kerajaan Majapahit bernama Pamotan, Berdasar cerita rakyat itu pula, Gajah Mada adalah anak Raja Majapahit dengan gadis cantik anak seorang Demung (Kepala Desa) Kali Lanang. Anak itu dinamai Joko Modo atau jejaka dari Desa Mada yang diperkirakan lahir pada sekitar tahun 1300.

Selanjutnya, oleh kakek Gajah Mada yang bernama Empu Mada, Joko Modo dibawa hijrah ke Desa Cancing di Kecamatan Ngimbang, yakni wilayah yang lebih dekat dengan Bululuk, salah satu Pakuwon di Pamotan yang merupakan benteng Majapahit di wilayah utara. Ada pun benteng utama berada di Pakuwon Tenggulun di Kecamatan Solokuro.

Salah satu bukti fisik bahwa Gajah Mada lahir di Lamongan adalah adanya situs kuburan ibunda Gajah Mada di Desa Ngimbang. Menurut kepercayaan setempat, situs yang sampai sekarang masih ada itu masih dikeramatkan oleh sebagian warga. Anak muda bernama kecil Joko Modo, berbadan tegap, jago kanuragan serta berilmu tinggi didikan Empu Mada itulah yang kemudian disebut sebagai Gajah Mada.

"Dia kemudian diterima menjadi anggota Pasukan Bhayangkara (pasukan elit pengawal raja) di era Prabu Jayanegara, jelas Vidd y.

Viddy membeberkan analisisnya mengenai bukti hubungan Gajah Mada dan Lamongan. Prestasi pertama Gajah Mada adalah menyelamatkan Jayanegara yang hendak dibunuh Ra Kuti-pemberontak yang notabene Patih Kerajaan Majapahit sendiri. Gajah Mada melarikan Prabu Jayanegara ke Desa Badander (sekarang Dander masuk wilayah Kabupaten Bojonegoro) di wilayah Pamotan.

Keputusan Gajah Mada ini tentunya terkait dengan kedekatan masa kanak-kanak Gajah Mada. Saat itu Gajah Mada diperkirakan baru berusia 19 tahun namun pangkatnya sudah naik menjadi Pimpinan Pengawal Raja (Bhekel Bhayangkara) yang dikenal dengan Bhekel Gaja h Mada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar